Tarif tax amnesty indonesia beserta contoh penghitungannya

By On Rabu, September 7th, 2016 Categories : Belajar Pajak, Tax Amnesty

tarif tax amnesty indonesia
Tax amnesty indonesia
merupakan sarana bagi Wajib Pajak yang terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak untuk penghapusan pajak beserta sanksi administrasinya yang seharusnya terutang. Ibaratnya, kita melakukan kesalahan baik sengaja maupun tidak sengaja, kemudian atas kesalahan tersebut dilakukan “pemutihan” atau diampuni sehingga kembali dari titik nol lagi dengan syarat si pelaku harus membayar uang tebusan dengan tarif tertentu.

Sebetulnya, sejarah tax amnesty indonesia sudah ada pada tahun 1984 melalui Keputusan Presiden RI nomor 26 tahun 1984 tentang Pengampunan Pajak. Pada waktu itu, undang-undang perpajakan berupa KUP, PPh dan PPN/PPnBM ditetapkan pertama kali pada tahun 1983. Tujuan dari tax amnesty ini adalah agar sistem perpajakan baru (tax reform) dapat berjalan dengan baik sehingga diperlukan pangkal tolak yang bersih berlandaskan kejujuran dan keterbukaan dari masyarakat Indonesia. Pada keputusan presiden nomor 26 tersebut, pada pasal 3 ayat (1) tercantum tarif uang tebusan sebesar 1% atau 10% dari jumlah kekayaan. Apabila hingga tanggal 18 April 1984 belum lapor SPT maka tarif uang tebusannya sebesar 10%, namun apabila sudah lapor SPT maka tarif uang tebusannya 1%.

Kemudian pada tanggal 1 Juli 2016, payung hukum tax amnesty indonesia bukan lagi keputusan presiden, yakni Undang-Undang Nomor 11 tahun 2016 tentang pengampunan pajak. Undang-undang tersebut sebagai wadah hukum yang memberikan kesempatan kepada seseorang maupun badan untuk menghapus semua pajak yang seharusnya terutang beserta sanksi administrasinya. Bagi anda yang merasa laporan SPT-nya tidak benar dan tidak sesuai dengan keadaan dan kondisi yang sebenarnya, atau bahkan anda memiliki penghasilan yang belum pernah dilaporkan ke negara, anda bisa mengikuti program pemerintah tax amnesty ini.

Jangan lewatkan momen tax amnesty indonesia ini, karena batas pengajuannya hanya sampai dengan 31 Maret 2017. Cara mengikuti program ini melalui pengungkapan harta yang anda miliki dan membayar uang tebusan. Ingat, diantara pajak dan uang tebusan sangat berbeda. Ibaratnya kita telah melakukan kesalahan atau kealpaan dibidang perpajakan, untuk menebus kesalahan anda maka anda harus membayar uang tebusan.

Nah, bagaimana cara menghitung uang tebusan yang harus disetorkan ke negara ?

Cara menghitung uang tebusan yaitu tarif dikalikan harta bersih. Tarif uang tebusan ini dibagi menjadi tiga golongan, yaitu :

  1. Repatriasi harta luar negeri dan deklarasi harta dalam negeri
    1. 2% untuk periode penyampaian surat pernyataan harta 1 juli 2016 s.d. 30 September 2016
    2. 3% untuk periode penyampaian surat pernyataan harta 1 Oktober 2016 s.d. 31 Desember 2016
    3. 5% untuk periode penyampaian surat pernyataan harta 1 Januari 2017 s.d. 31 Maret 2017
  2. Deklarasi harta luar negeri
    1. 4% untuk periode penyampaian surat pernyataan harta 1 juli 2016 s.d. 30 September 2016
    2. 6% untuk periode penyampaian surat pernyataan harta 1 Oktober 2016 s.d. 31 Desember 2016
    3. 10% untuk periode penyampaian surat pernyataan harta 1 Januari 2017 s.d. 31 Maret 2017
  3. Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto sampai dengan Rp 4,8 miliar dalam tahun pajak terakhir
    1. 0,5% untuk wajib pajak yang mengungkapkan harta sampai dengan Rp 10 miliyar
    2. 2% untuk wajib pajak yang mengungkapkan harta lebih dari Rp 10 miliyar

Kesimpulan dari tarif diatas yaitu semakin lama anda mengungkapkan harta anda maka tarif uang tebusan semakin besar kecuali bagi wajib pajak yang memiliki peredaran bruto sampai dengan Rp 4,8 miliyar dama SPT tahun pajak terakhir.

Contoh penghitungan tarif tax amnesty indonesia

Untuk mempermudah pemahaman dari rangkaian tarif uang tebusan diatas, perhatikan contoh berikut ini :

Pak karno terdaftar di KPP Pratama Sidoarjo Utara sejak tahun 2005. Pak karno hanya memiliki harta di dalam NKRI. Pada tanggal 31 Maret 2016, Pak karno menyampaikan SPT Tahunan tahun pajak 2015 (tahun pajak terakhir) yakni melaporkan harta senilai Rp 15 miliyar dan utang senilai 5 miliyar sehingga terhitung harta bersih (harta dikurangi utang) sebesar Rp 10 miliyar.

Pada tanggal 30 September 2016, Pak karno menyampaikan surat pernyataan harta dalam rangka tax amnesty indonesia. Dalam surat penyataan tersebut, diketahui nilai harta sebesar Rp 20 miliyar dan utang sebesar Rp 7 miliyar sehingga terhitung harta bersih sebesar Rp 13 miliyar.

Dengan demikian, yang menjadi dasar penghitungan uang tebusan adalah Rp 13 miliyar dikurangi Rp 10 miliyar yaitu Rp 3 miliyar. Tarif yang digunakan adalah sebesar 2% karena harta diungkap pada periode pertama tax amnesty. Dengan demikian uang tebusan yang harus disetorkan ke kas negara adalah sebesar 2% x Rp 3 miliyar = Rp 60 juta.

Silahkan manfaatkan program tax amnesty indonesia sebelum jatuh tempo berakhir karena kesempatan tidak akan datang kedua kali. Banyak manfaat yang ditawarkan oleh negara jika anda mengikuti program tax amnesty indonesia ini, manfaat tersebut dapat anda baca dengan meng-klik link pengampunan pajak.

Tarif tax amnesty indonesia beserta contoh penghitungannya | luqman | 4.5