Subjek dan Objek Pengampunan Pajak

By On Rabu, Agustus 3rd, 2016 Categories : Tax Amnesty
tax amnesty

Objek dan Subjek Pengampunan Pajak (image source: moneter.co.id)

Subjek dan objek pengampunan pajak – Undang-undang terbaru dibidang perpajakan yang baru saja ditetapkan pada tanggal 1 Juli Tahun 2016 yaitu Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak. Pada dasarnya undang-undang tersebut bertujuan untuk meningkatkan penerimaan pajak negara Indonesia yang pada akhirnya digunakan dan dimanfaatkan semata-mata demi kemakmuran rakyat. Dalam rangka mencapai target penerimaan pajak yang setiap tahun meningkat tentu diperlukan kesadaran masyarakat dengan mengoptimalkan potensi dan sumber daya yang tersedia.

Perlu diketahui bahwa kesadaran masyarakat di Indonesia dalam rangka melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya masih tergolong rendah. Masih banyak masyarakat dan Wajib Pajak yang memiliki Harta di dalam dan di luar negeri belum dilaporkan didalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan. Atas Dasar itulah maka ditetapkan Undang-Undang Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak.

Subjek Pengampunan Pajak

Apabila kita bicara mengenai subjek pengampunan pajak, bahwa sebenarnya setiap Wajib Pajak berhak mendapatkan Pengampunan Pajak. Namun ada beberapa criteria Wajib Pajak yang tidak boleh ikut dalam Tax Amnesty ini adalah Wajib Pajak yang sedang dilakukan penyidikan dan berkas penyidikannya telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan, dalam proses peradilan atau menjalani hukuman pidana atas tindak pidana di bidang perpajakan. Jadi subjek pengampunan pajak ini pada dasarnya adalah semua Wajib Pajak dengan pegecualian sebagaimana yang telah saya jelaskan di atas. Nah, Bagaimana jika Anda bukan Wajib Pajak akan tetapi ingin ikut Tax Amnesty? Tenang , Anda bisa datang ke KPP Terdekat untuk mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP kemudian setelah Anda memperoleh NPWP, Anda bisa ikut mengajukan Pengampunan Pajak.

Berikut ini contoh wajib pajak yang dapat melakukan pembetulan SPT Tahunan atau DAPAT menggunakan haknya untuk mengikuti pengampunan pajak:

  • Bpk Sanjaya seorang pensiunan pegawai negeri sipil (pns). Setelah pensiun, beliau bekerja sebagai konsultan di bidang konstruksi sekaligus menjalankan usaha indekos dan kebun sawit. Pada tahun pajak 2015, Penghasilan Bpk Sanjaya atas PTKP.
  • Bpk Ronjaya seorang pegawai swasta yang bekerja di perusahaan minyak dan gas bumi multinasional. Pada tahun 2015, Bpk Ronjaya tinggal selama 8 bulan di London dan masih menerima penghasilan di Indonesia pada tahun-tahun sebelum ia bekerja di perusahaan tersebut.
  • Bpk Tunjaya kelahiran Indonesia sudah bekerja di Amerika dan berstatus N/E sejak tahun 2013. Pada Tahun Pajak 2014, Bpk Tunjaya menerima penghasilan dari apartemen miliknya di daerah Bogor yang disewakan kepada pihak lain.

Beberapa subjek dibawah ini boleh tidak menggunakan haknya untuk mendapatkan pengampunan pajak. Siapakah itu? berikut ulasannya :

  • Orang pribadi seperti petani, pensiunan, nelayan, tenaga kerja Indonesia atau subjek pajak warisan yang belum terbagi, yang jumlah penghasilannya pada tahun pajak terakhir di bawah PTKP
  • Warga Negara Indonesia yang tidak bertempat tinggal di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan dan tidak mempunyai penghasilan dari Indonesia. WNI ini merupakan Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN)
  • Dalam hal wajib pajak ini tidak menggunakan haknya untuk mengikuti pengampunan pajak, atas harta yand ditemukan bukan termasuk tambahan penghasilan

Objek Pengampunan Pajak

Objek pengampunan pajak meliputi pengampunan atas kewajiban perpajakan sampai tahun pajak berakhir, yang belum atau belum sepenuhnya diselesaikan oleh wajib pajak yang terpresentasi dalam harta yang belum pernah dilaporkan dalam SPT PPh Terakhir. Kewajiban perpajakan yang seperti apakah yang dimaksud? Yaitu kewajiban Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Kewajiban Perpajakan selain PPh dan PPN dan PPnBM seperti PBB P3 dan Bea Meterai bukan merupakan objek pengampunan pajak. Untuk memperoleh pengampunan pajak ini, tentu Wajib Pajak harus men-deklarasi/ repatriasi harta yang dimilikinya baik di dalam maupun luar negeri melalui surat pernyataan harta yang disampaikan ke Direktorat Jenderal Pajak.

Ketentuan harta tambahan dalam menentukan objek pengampunan pajak

Objek pengampunan pajak adalah harta tambahan yang belum atau belum seluruhnya dilaporkan di SPT Tahunan PPh terakhir. Harta tambahan ini bisa berupa harta warisan dan harta hibahan yang diterima keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat.

Harta tambahan berupa warisan bisa termasuk objek pengampunan pajak dan bukan objek pengampunan pajak. Termasuk BUKAN objek pengampunan pajak apabila : diterima oleh ahli waris yang tidak memiliki penghasilan atau memiliki penghasilan di bawah PTKP; atau harta warisan sudah dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh pewaris. Contoh :

  1. Bpk Faris seorang petani bawang menerima wansan berupa rumah di Cibubur, Jawa Barat. Bpk Faris memiliki penghasilan pada Tahun Pajak 2015 di bawah PTKP.
  2. Bpk Gandhi seorang karyawan memiliki penghasilan di atas PTKP. Pada Tahun Pajak 2014, Bpk Gandhi menerima warisan berupa rumah toko dari ayahnya, Bpk Gundhi. Atas rumah toko tersebut telah dilaporkan oleh Bpk Gundhi dalam SPT Tahunan PPh tahun pajak 2012.

Harta hibahan yang diterima keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat bisa termasuk objek pengampunan pajak dan bukan objek pengampunan pajak. Termasuk BUKAN objek pengampunan pajak apabila : diterima oleh orang pribadi penerima hibah yang tidak memiliki penghasilan atau memiliki penghasilan di bawah PTKP; atau harta hibahan sudah dilaporkan dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan pemberi hibah. Contoh :

  1. Bpk Joko seorang buruh pabrik menerima hibah dari ayahnya berupa uang tunai sejumlah Rp 500 juta. Bpk Joko memiliki penghasilan pada Tahun Pajak 2015 dibawah PTKP.
  2. Ibu Siti seorang dokter memiliki penghasilan di atas PTKP. Pada Tahun Pajak 2013, dr. SitiĀ  menerima hibah berupa klinik dari ayahnya, dr. Fandi. Atas klinik tersebut telah dilaporkan oleh dr. Fandi dalam SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2011.

Itulah ulasan dari kami mengenai subjek dan objek pengampunan pajak, semoga membantu.

Subjek dan Objek Pengampunan Pajak | luqman | 4.5