Rumus Perhitungan PPh 21 Pegawai Tetap

By On Selasa, September 13th, 2016 Categories : Belajar Pajak, PPh, PPh Pasal 21

perhitungan pph 21 pegawai tetap
Perhitungan PPh 21 bagi pegawai tetap tidak begitu sulit yang kita bayangkan. Apalagi perhitungan PPh 21 menggunakan aplikasi e-SPT PPh Pasal 21 tentu semuanya akan berjalan otomatis dan kita hanya menginput data yang diperlukan saja seperti penghasilan bruto pertahun, pengurang seperti persentase iuran pensiun kemudian status pegawai apakah sudah menikah atau belum serta tanggungan pegawai.

Perhitungan PPh 21 pegawai tetap ini merupakan tugas dari pemotong/ bendahara di perusahaan swasta, BUMN maupun instansi pemerintah. Mau tidak mau, jika anda ditugaskan sebagai pemotong/ bendahara, sudah seharusnya anda menghitung PPh 21 pegawai tetap dengan benar dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebenarnya rumus perhitungan PPh 21 pegawai tetap cukup simple, apalagi penghasilan yang diterima oleh pekerja secara teratur. Untuk memudahkan pemahaman anda, berikut rumus perhitungan PPh pasal 21 pegawai tetap secara umum :

Penghasilan Bruto
(Biaya Pengurang)
Penghasilan Neto
(PTKP)________
Penghasilan Kena Pajak

Pajak terutang = Tarif Pasal 17 ayat (1) x Penghasilan Kena Pajak

Rumus diatas merupakan rumus baku perhitungan PPh 21 berdasarkan undang-undang PPh. Untuk menghitung PPh Pasal 21 atas penghasilan pegawai tetap, penghasilan bruto yang diterima selama sebulan harus dihitung terlebih dahulu, penghasilan bruto ini meliputi seluruh gaji, segala jenis tunjangan, termasuk uang lembur dan pembayaran sejenisnya.

Bagi perusahaan maupun instansi pemerintah yang masuk program BPJS Ketenagakerjaan maupun premi asuransi lainnya yang dibayarkan oleh pemberi kerja. Premi tersebut dianggap sebagai penghasilan dan digabungkan ke dalam penghasilan bruto pegawai.

Nah, biaya pengurang ini maksudnya apa ya ? baik, di dalam undang-undang PPh, biaya pengurang melibatkan biaya jabatan dan iuran bulanan seperti iuran pensiun, iuran jaminan hari tua yang dibayar sendiri oleh si pegawainya. Biaya jabatan yang dapat dikurangkan maksimal 5% dari penghasilan bruto atau tidak lebih 500 ribu rupiah sebulan.

Penghasilan neto sebulan diperoleh melalui penghasilan bruto sebulan dikurangi biaya pengurang. Kemudian penghasilan neto sebulan dikalikan 12 bulan (asumsi pegawai tetap bekerja dalam 12 bulan) maka akan diperole penghasilan neto setahun.

PTKP atau penghasilan tidak kena pajak merupakan batas penghasilan seseorang yang tidak dikenakan pajak. Misal, pada tahun 2016, PTKP setahun ditetapkan sebesar Rp 54 juta maka jika penghasilan neto pegawai tetap dalam setahun Rp 54 juta maka tidak akan dikenakan pajak penghasilan PPh 21. Jika penghasilan neto melebihi PTKP maka akan didapatkan yang namanya penghasilan kena pajak (PKP).

Perhitungan pph 21 menggunakan tarif pasal 17 ayat (1) UU PPh dengan mengalikan penghasilan kena pajak (PKP). Setelah itu, akan dihasilkan perhitungan pajak terutang selama 12 bulan atau setahun. Jika ingin mengetahui pajak terutang selama sebulan cukup dibagi 12.

Nah, itulah rumus perhitungan PPh 21 pegawai tetap yang dapat saya jelaskan kepada anda. Untuk memudahkan perhitungan, anda bisa memanfaatkan aplikasi e-SPT PPh 21 karena sangat mudah pengoperasiannya. semoga bermanfaat

Rumus Perhitungan PPh 21 Pegawai Tetap | luqman | 4.5