Rincian PTKP terbaru tahun pajak 2016

By On Jumat, September 23rd, 2016 Categories : Belajar Pajak, PPh, PPh Umum

PTKP terbaru 2016
Dalam rangka menghitung pajak penghasilan, baik itu PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 25 orang pribadi, PTKP terbaru harus benar-benar diperhatikan mengingat masing-masing tahun pajak terkadang berbeda.

Mungkin dari beberapa pembaca masih belum memahami apa itu PTKP. PTKP atau kependekan dari Penghasilan Tidak Kena Pajak adalah nilai batas maksimal atas penghasilan neto wajib pajak orang pribadi yang tidak dikenakan pajak penghasilan. Jadi untuk wajib pajak badan tidak mengenal PTKP sehingga tidak perlu memikirkan PTKP terbaru.

Pada dasarnya, rincian PTKP sudah dijabarkan secara rinci dalam undang-undang pajak penghasilan. Namun, kondisi ekonomi di Indonesia sangat fluktuatif, artinya batasan PTKP harus menyesuaikan dengan kondisi perekonomian di Indonesia. Hal tersebut menyebabkan menteri keuangan terkadang mengeluarkan peraturan tentang batasan PTKP terbaru tiap tahun untuk menciptakan keadilan diantara wajib pajak dibidang perpajakan.

Berikut rincian PTKP terbaru (berlaku untuk tahun pajak 2009 s.d. 2012) berdasarkan undang-undang pajak penghasilan terbaru (UU nomor 36 tahun 2008) :

  1. Untuk wajib pajak orang pribadi sendiri sebesar Rp 15.840.000/tahun
  2. Bagi wajib pajak yang kawin, ditambah sebesar Rp 1.320.000/tahun
  3. Bagi wajib pajak (seorang isteri) yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami, ditambah sebesar Rp 15.840.000/tahun
  4. Apabila ada anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan wajib pajak sepenuhnya maka ditambah Rp 1.320.000/tahun (pertanggungan). Dalam menghitung total PTKP, maksimal yang dapat menjadi tanggungan wajib pajak adalah 3 orang.

Selanjutnya rincian PTKP terbaru (berlaku untuk tahun pajak 2013 s.d. 2014) berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-162/PMK.011/2012 :

  1. Untuk wajib pajak orang pribadi sendiri sebesar Rp 24.300.000/tahun
  2. Bagi wajib pajak yang kawin, ditambah sebesar Rp 2.025.000/tahun
  3. Bagi wajib pajak (seorang isteri) yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami, ditambah sebesar Rp 24.300.000/tahun
  4. Apabila ada anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan wajib pajak sepenuhnya maka ditambah Rp 2.025.000/tahun (pertanggungan). Dalam menghitung total PTKP, maksimal yang dapat menjadi tanggungan wajib pajak adalah 3 orang.

Selanjutnya rincian PTKP terbaru (berlaku untuk tahun pajak 2015 s.d. 2015) berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-122/PMK.010/2015 :

  1. Untuk wajib pajak orang pribadi sendiri sebesar Rp 36.000.000/tahun
  2. Bagi wajib pajak yang kawin, ditambah sebesar Rp 3.000.000/tahun
  3. Bagi wajib pajak (seorang isteri) yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami, ditambah sebesar Rp 36.000.000/tahun
  4. Apabila ada anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan wajib pajak sepenuhnya maka ditambah Rp 3.000.000/tahun (pertanggungan). Dalam menghitung total PTKP, maksimal yang dapat menjadi tanggungan wajib pajak adalah 3 orang.

Selanjutnya rincian PTKP terbaru (berlaku untuk tahun pajak 2016 s.d. 2016) berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor PMK-101/PMK.010/2016 :

  1. Untuk wajib pajak orang pribadi sendiri sebesar Rp 54.000.000/tahun
  2. Bagi wajib pajak yang kawin, ditambah sebesar Rp 4.500.000/tahun
  3. Bagi wajib pajak (seorang isteri) yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami, ditambah sebesar Rp 54.000.000/tahun
  4. Apabila ada anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat yang menjadi tanggungan wajib pajak sepenuhnya maka ditambah Rp 4.500.000/tahun (pertanggungan). Dalam menghitung total PTKP, maksimal yang dapat menjadi tanggungan wajib pajak adalah 3 orang.

Nah, itulah rangkaian perubahan PTKP dari berlakunya undang-undang pph terbaru (tahun 2009) hingga tahun 2016. Dalam menentukan penghasilan kena pajak, pemotong pajak maupun WPOP harus memperhatikan tahun pajak dalam menentukan PTKP untuk menghindari kesalahan penghitungan pajak penghasilan.

Misalnya seperti kasus pada tahun pajak 2015 dan 2016 dimana PTKP terbaru ditetapkan oleh menteri keuangan pada tengah tahun. Sehingga bagi wajib pajak orang pribadi yang sudah terlanjur menggunakan PTKP sebelumnya pada bulan januari sampai bulan mei, kelebihan pembayaran bisa dipindahbukukan ke masa lainnya. Sedangkan bagi wajib pajak badan yang sudah terlanjur menggunakan PTKP sebelumnya pada bulan januari sampai dengan bulan mei, status SPT masa PPh Pasal 21 pembetulan bisa terjadi lebih bayar. Hal tersebut terjadi karena PTKP sebelumnya lebih kecil dibandingkan dengan PTKP terbaru.

Rincian PTKP terbaru tahun pajak 2016 | luqman | 4.5