Pilih Kurs Pajak atau Kurs Tengah Bank Indonesia (BI) ?

By On Rabu, Agustus 24th, 2016 Categories : Berita Pajak
kurs pajak mingguan

Image source : bursanom.com

Pembahasan kali ini berkaitan dengan pertukaran mata uang asing (valas) yakni pilih kurs pajak atau kurs tengah BI. Jika kita berbicara mengenai kurs mata uang yang berkaitan dengan perpajakan, tentu transaksi yang dilakukan oleh Wajib Pajak menggunakan mata uang asing, baik dalam hal pembelian/ penjualan barang atau penggunaan jasa. Setiap perusahaan akan meyusun laporan keuangan yang baik sebagai bentuk laporan aktivitas/ liquiditas perusahaan tersebut pada periode tertentu.

Pada dasarnya, jika suatu perusahaan menyusun laporan keuangan komersial yang menggunakan mata uang asing maka patokan/ acuan kurs yang digunakan adalah kurs yang sebenarnya berlaku. Yang dimaksud dengan kurs yang sebenarnya berlaku adalah mengacu kepada Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku di Indonesia yang dilaksanakan secara taat azas.

Nah, bagaimana jika Wajib Pajak yang menggunakan laporan keuangan yang menggunakan mata uang asing ini? Apakah diperbolehkan di Indonesia ?

Tentu boleh-boleh saja bagi perusahaan maupun perseorangan yang ingin menyusun laporan keuangan dalam bahasa inggris dan menggunakan mata uang asing. Namun, bagi Wajib Pajak yang memiliki kewajiban menyelenggarakan pembukuan maka harus mengajukan ijin telebih dahulu yang ditujukan kepada Menteri Keuangan. Setelah disetujui, Wajib Pajak diperbolehkan manyusun laporan keuangan dalam bahasa ingris dan mata uang asing.

Setelah disetujui, kurs apa yang digunakan oleh Wajib Pajak tersebut? kurs pajak atau kurs tengah BI?

Dalam hal Wajib Pajak yang memiliki kewajiban menyampaikan SPT Tahunan dan laporan keuangan, kurs yang digunakan adalah kurs pajak yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Kurs pajak ini biasanya ditetapkan setiap minggu. Nilai Kurs Pajak ini dapat digunakan sebagai Dasar Penghitungan Pelunasan Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Bea Keluar, dan Pajak Penghasilan. Jadi, seandainya ada transaksi pada hari H maka kurs pajak yang digunakan adalah kurs pajak berdasarkan surat keputusan menkeu yang berlaku pada hari H tersebut. Untuk transaksi, baik dalam negeri maupun luar negeri, yang menggunakan mata uang selain Dollar Amerika Serikat, dikonversikan ke mata uang Dollar Amerika Serikat dahulu dengan menggunakan kurs yang sebenarnya berlaku pada saat terjadinya transaksi yang bersangkutan.

Wajib Pajak yang menyelenggarakan pembukuan dalam bahasa inggris dan mata uang asing ini biasanya sering dilakukan oleh Wajib Pajak Penanaman Modal asing (PMA), Bentuk Usaha Tetap (BUT) dan Wajib Pajak yang berafiliasi dengan perusahaan induk di luar negeri. Wajib Pajak ini bisa saja memiliki lebih dari satu laporan keuangan. Misalnya, laporan keuangan yang satu menggunakan kurs tengah BI dan satu lagi laporan keuangan yang menggunakan kurs pajak. Masing-masing laporan keuangan tersebut sengaja dibuat untuk kepentingan yang berbeda baik secara komersial maupun fiskal.

Pilih Kurs Pajak atau Kurs Tengah Bank Indonesia (BI) ? | luqman | 4.5