Pengertian Pajak Penghasilan (PPh)

By On Kamis, April 7th, 2016 Categories : Belajar Pajak, PPh, PPh Umum

pajak penghasilan (pph)

Hampir semua orang maupun organisasi atau badan dalam melaksanakan aktivitasnya semata-mata untuk memperoleh penghasilan atau keuntungan sehingga bisa memberikan kepuasan batin bagi pelaku atau pendirinya. Penghasilan atau keuntungan disini bukan berarti hanya bertambahnya uang atau barang, tetapi juga bertambahnya nilai kekayaan seseorang atau badan termasuk yang kekayaan/ harta tidak berwujud. Atas dasar itulah, Negara berhak mengenakan pajak atas penghasilan yang diterima maupun diperoleh Wajib Pajak yang bersumber dari manapun, baik dari dalam maupun luar negeri.

Di Indonesia, Pajak Penghasilan (PPh) diatur dalam Undang-Undang PPh. Pengertian penghasilan menurut undang-undang adalah setiap kali wajib pajak menerima tambahan kemampuan ekonomis, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, yang digunakan untuk konsumsi atau sekedar menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan. Pengertian pajak penghasilan menurut Undang-Undang PPh tidak menampik sumber atau asal-muasal penghasilan, tetapi lebih fokus terhadap adanya tambahan kemampuan ekonomis. Nah, kemampuan ekonomis inilah yang menjadi tolak ukur yang baik dalam menentukan kemampuan Wajib Pajak untuk memikul bersama-sama biaya pemerintah untuk membangun negeri.

Apabila dilihat dari sumber tambahan kemampuan ekonomis Wajib Pajak, penghasilan dapat dikelompokkan menjadi 4 golongan, yaitu :

  1. penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja, misalnya gaji dan tunjangan pegawai swasta, PNS dan pegawai BUMN serta penghasilan dari pekerjaan bebas (profesi)
  2. penghasilan atau keuntungan dari usaha dan kegiatan
  3. penghasilan dari modal, yang berupa harta bergerak ataupun harta tidak bergerak, seperti bunga, dividen, royalti, sewa, dan keuntungan penjualan harta atau hak yang tidak dipergunakan untuk usaha
  4. penghasilan lain-lain, seperti pembebasan utang, keuntungan selisih kurs, hadiah dan sebagainya.

Berdasarkan pengertian dan pengelompokan penghasilan diatas maka Pajak Penghasilan mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  1. Pajak Subjektif, yaitu Pajak Penghasilan dikenakan dengan memperhatikan keadaan subjeknya baru kemudian objeknya. Jadi apakah subjek pajak sudah memenuhi ketentuan untuk dikenakan Pajak Penghasilan apa belum
  2. Pajak Langsung, yaitu Pajak Penghasilan langsung dikenakan ketika kita memperoleh penghasilan atau pertambahan kemampuan ekonomis. Pada waktu kita memperoleh penghasilan atau keuntungan itulah kita terutang pajak penghasilan sesuai ketentuan yang berlaku dan atas pajak terutang tersebut wajib kita setorkan ke kas negara
  3. Pajak Pusat, yaitu Pajak Penghasilan yang diadministrasikan/ dikelola oleh pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak. Jadi setiap pembayaran/ penyetoran pajak penghasilan akan masuk ke rekening kas negara sebagai account penerimaan negara dalam APBN
  4. Self assesment system & withholding system, Artinya adalah fiskus (petugas pajak) dalam hal ini berperan sebagai pengawasan saja. Jadi yang melakukan pemotongan, penyetoran dan pelaporan pajak pengahasilan adalah Wajib Pajak itu sendiri atau pihak ketiga
  5. Bersifat progresif, maksudnya adalah pajak penghasilan menggunakan tarif progresif yakni semakin besar penghasilan maka tarifnya juga meningkat sebagaimana dijelaskan di Pasal 17 UU PPh.

Jadi, pengertian pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan atas penghasilan yang kita peroleh. Penghasilan yang seperti apa? Yaitu penghasilan yang telah saya kelompokkan 4 golongan sebagaimana yang telah saya jelaskan di atas. Apabila anda sudah bisa memahami pengertian pajak penghasilan, diharapkan anda mampu mengetahui sekelumit makna dari pajak penghasilan itu sediri. Sehingga kedepan anda tidak bingung lagi dengan pengertian dan karakteristik ”Pajak Penghasilan”. Pajak Penghasilan dikenakan terhadap Wajib Pajak dengan tetap memperhatikan perkembangan ekonomi dan moneter di Indonesia untuk menciptakan keadilan dalam pemungutan pajak penghasilan.

Pengertian Pajak Penghasilan (PPh) | luqman | 4.5