Pengertian dan Fungsi NPWP

By On Sabtu, April 16th, 2016 Categories : Belajar Pajak, KUP

apa itu NPWP
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 Pasal 1 angka 6, dijelaskan mengenai pengertian dan fungsi NPWP :

“Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) adalah nomor yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajibannya.”

Setiap Warga Negara Indonesia yang sudah memenuhi persyaratan subyektif (umur 17 tahun atau lebih) Wajib untuk memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). Dengan diterbitkannya KTP pada seseorang maka orang tersebut resmi menjadi WNI yang bersedia tunduk pada peraturan/hukum yang berlaku di Indonesia. Pada KTP terkadang nama seseorang sama dengan beberapa orang di Indonesia, yang membedakan atau yang membuat unik adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdiri dari 16 digit. Sama halnya dengan NPWP, Setiap Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal, tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha Wajib Pajak dan kepadanya diberikan NPWP. Dari sekian ratusan bahkan jutaan Wajib Pajak tentu yang membuat unik, khas dan melekat pada Wajib Pajak adalah Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan setiap Wajib Pajak hanya diberikan satu NPWP.

Nah, bagaimana struktur dan makna penomoran pada NPWP ini? Yuk, lanjut dibawah ini

NPWP terdiri dari 15 digit, yaitu 9 digit pertama merupakan kode Wajib Pajak dan 6 kode berikutnya merupakan kode administrasi perpajakan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh dibawah ini :

fungsi NPWP

Dari contoh NPWP diatas, Kode WP inilah yang membuat beda dengan Wajib Pajak yang lain walaupun terkadang namanya sama. Setiap Kantor Pelayanan Pajak (KPP) yang ada di Indonesia memiliki kode masing-masing sebanyak 3 digit. Misalnya untuk kode KPP Pratama Serpong “411”, KPP Pratama Jepara “516” dan sebagainya. Kode Cabang digunakan apabila Wajib Pajak mempunyai cabang usaha terutama untuk Wajib Pajak Badan. Apabila WP Badan tidak memiliki cabang maka kode 3 digit terakhir cukup “000” (pusat). Misalnya “PT Kring Pajak” mempunyai usaha yang pusatnya terletak di Jakarta dan memiliki 3 cabang usaha di Bandung, Surabaya dan Makasar. Untuk pusat kode cabangnya “000”, sedangkan cabang usaha yang ada di Bandung didaftarkan NPWP dengan kode cabang “001”, di Surabaya “002” dan terkahir di Makasar “003”. Nah, jika anda sudah mempunyai NPWP, cobalah cek nomor NPWP anda pribadi atau perusahaan anda maka anda akan memahami berapa kode KPP dan kode status pusat/ cabang yang tercantum di NPWP tersebut.

Bagaimana jika Wajib Pajak pindah alamat tempat tinggal?

Apabila Wajib Pajak pindah tempat tinggal atau kedudukan masih dala satu kota (dalam wilayah KPP terdaftar), NPWP tidak akan berubah (tetap). Namun, jika pindah ke luar kota (di luar wilayah kerja KPP lama) maka yang mengalami perubahan pada kode KPP saja sedangkan kode WP tetap tidak akan pernah berubah.

Lantas fungsi NPWP itu untuk apa? Ibarat KTP, NPWP sebagai sarana administrasi Wajib Pajak dalam rangka melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku di Indonesia.

Nah, bagaimana dengan anda? apakah sudah memiliki NPWP? jika belum, silakan datang ke KPP terdekat untuk mengajukan permohonan pembuatan NPWP.

Cukup sekian informasi dari saya terkait pengertian dan fungsi NPWP, semoga bermanfaat ya.

Pengertian dan Fungsi NPWP | luqman | 4.5