Pengertian dan Definisi Pajak

By On Minggu, April 3rd, 2016 Categories : Dasar Perpajakan

pengertian pajak penghasilan

Sebelum saya terlalu jauh menjelaskan mengenai pengertian dan definisi pajak. Sedikit intermezo atau pengenalan tentang perpajakan di Indonesia. Pada zaman sekarang, hampir semua kalangan masyarakat mengenal yang namanya pajak, baik itu pajak yang dikelola pemerintah pusat maupun daerah. Hal ini karena mulai dari kita lahir hingga meninggal pun akan selalu berurusan dengan pajak. Contoh pada waktu anda masih bayi pasti orang tua anda beli popok, bedak bayi, dan sebagainya maka penjual akan membebankan pajak yang kita kenal dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kepada orang tua anda sebagai konsumen. Bahkan ketika anda meninggal pun akan dikenakan PPN atas pembelian kain kafan maupun peti mati. Contoh tersebut tidak selalu serta merta dikenakan PPN melainkan hanya ilustrasi sederhana saja yang menandakan bahwa kita hidup di Negara Indonesia tidak akan pernah lepas berurusan dengan pajak dari kita lahir hingga meninggal. Jadi kita sebagai WNI yang baik alangkah baiknya jika kita mengetahui lebih jauh tentang pengertian dan definisi pajak serta penerapannya di negara Indonesia yang kita cintai ini.

Sebenarnya ada beberapa pakar, ekonom maupun guru besar yang memberikan kontribusi untuk menjabarkan pengertian dan definisi pajak, baik yang berasal dari negara kita sendiri maupun dari luar negeri. Tapi saya tidak akan menjelaskan menurut beberapa ahli tersebut karena menurut pandangan saya, dari sekian banyaknya pengertian dan definisi pajak, hampir semuanya memiliki makna yang hampir sama. Oleh karena itu, disini saya ingin merangkum pengertian dan definisi pajak berdasarkan undang-undang KUP.

Sejak tahun 1983, Negara Indonesia mengalami reformasi pajak (tax reform) dengan memberikan pedoman kepada semua pihak terutama wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya atau kita kenal dengan sistem self assesment yakni menghitung, menyetor dan melaporkan pajak sendiri. Pada tanggal 31 Desember 1983 ditetapkan Undang-undang KUP sebagaimana telah mengalami beberapa perubahan yakni terakhir dengan undang-undang nomor 16 tahun 2009.

Pengertian dan definisi pajak menurut undang-undang KUP

Pengertian dan definisi pajak menurut undang-undang KUP bisa anda lihat di pasal 1 angka 1 yaitu

pajak adalahNah, bagi orang awam tentu agak susah memahami pengertian dan definisi pajak diatas. Dari definisi diatas, ternyata makna pajak itu sendiri memiliki ciri-ciri atau unsur-unsur yang melekat yang tidak dapat dipisahkan, yaitu:

1. Iuran masyarakat kepada Negara
Pajak disini ibarat iuran rakyat maupun orang asing kepada Negara Indonesia sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Seluruh rakyat Indonesia baik orang pribadi maupun badan hukum wajib menyetorkan pajaknya ke kas negara melalui Kantor Pos maupun Bank Persepsi yang ditunjuk. Jadi Kantor Pelayanan Pajak tidak menerima pembayaran pajak apapun kecuali konsultasi, pelaporan pajak dan permohonan Wajib Pajak.

2. Dapat Dipaksakan
Setiap Pajak yang terutang harus dibayar tanpa ampunan kecuali diatur khusus oleh Menteri Keuangan. Walaupun dikatakan dapat dipaksakan, tetap sesuai dengan asas keadilan. Sebenarnya tujuan utama Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak bagaimana membuat masyarakat sadar akan hak dan kewajiban perpajakannya sehingga tidak perlu ada unsur paksaan di dalamnya. Tapi UU KUP tetap memberikan sanksi yang tegas jika tidak bayar/setor pajak yang terutang atau melanggar ketentuan yang berlaku di undang-undang tersebut.

3. Dipungut Berdasarkan Undang-undang
Sebelumnya telah saya jelaskan bahwa Undang-Undang KUP memberikan pedoman kepada masyarakat dan Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya. Di dalam Undang-undang tersebut diatur siapa yang wajib memungut dan menyetor pajak ke negara hingga tarifnya pun juga diatur disana. Nah, Undang-undang KUP memberikan payung hukum kepada Pemungut Pajak agar bisa melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

4. Tidak Ada Kontra Prestasi Secara Langsung Yang Dapat Ditunjuk
Perlu diketahui bahwa banyak orang/ pihak yang masih berpendapat bahwa pajak yang mereka setorkan tidak memberikan timbal balik secara langsung. Memang benar adanya ketika suatu perusahaan yang terletak di daerah terpencil dan akses jalan yang rusak kemudian taat dan patuh dalam membayar pajak tidak bisa secara langsung menuntut akses jalan yang menuju perusahaan tersebut langsung diperbaiki. Nah, kita sebagai warga negara yang baik harus menyadari bahwa pajak yang kita bayarkan semata-mata untuk berjalannya roda kepemerintahan atas negara kita.

5. Digunakan Untuk Membiayai Pengeluaran Umum Negara
Dana APBN negara Indonesia lebih dari 70% berasal dari penerimaan pajak. Nah, bayangkan jika tidak ada seorangpun yang taat membayar pajak maka matilah negara kita. Kita tahu APBN tersebut dibelanjakan untuk kepentingan publik. Hal ini dapat kita lihat dari negara kita yang aman, subsidi BBM, pembangunan jembatan, beasiswa pendidikan, jasa kesehatan gratis dan sebagainya. Nah, oleh karena itulah pajak sangat berperan penting dalam pembangunan bangsa dan negara demi kemakmuran rakyat.

Oke, dari penjabaran diatas dapat diketahui bahwa walaupun banyak yang berpendapat mengenai definisi dan pengertian pajak, pada dasarnya definisi tersebut mempunyai ciri-ciri atau unsur-unsur yang sama sebagaimana yang telah saya jelaskan di atas, Semoga bermanfaat.

Pengertian dan Definisi Pajak | luqman | 4.5