Pelaporan Pajak Elektronik Sampai 30 April 2016 Tidak Dikenakan Sanksi

By On Rabu, April 13th, 2016 Categories : E Filing, Pajak Online

efiling pajak
Pada dasarnya Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) Wajib Menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasilan paling lama 3 bulan setelah akhir tahun pajak. Hal ini artinya bahwa apabila WPOP akan melaporakan SPT Tahunan Pajak Penghasilan tahun pajak 2015 maka wajib disampaikan paling lambat 31 Maret 2016 baik disampaikan secara langsung, via pos/ kurir maupun secara elektronik.

Apabila WPOP menyampaikan SPT Tahunan secara langsung ke KPP, KP2KP, Pojok Pajak, Drop Box dan sebagainya, hampir berjalan mulus (lancar). Kalau pun harus antri dan terkadang menyita waktu lama atau bahkan sistem di DJP error, Wajib Pajak masih bisa memperoleh Tanda Terima atas penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan. Penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan melalui pos/ kurir juga memberikan kemudahan kepada Wajib Pajak agar tidak selalu serta merta datang ke Kantor Pelayanan Pajak.

Nah, seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi di Negara Indonesia, hal ini sangat menuntut Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk selalu mengimbangi sistem informasi terkini terutama terkait dengan penyampaian SPT. Saat ini, DJP telah memberikan kemudahan dan memanjakan para Wajib Pajak dalam menyampaikan SPT Tahunan PPh secara elektronik dan online. WPOP dapat menyampaikan SPT Tahunan PPh OP secara elektronik atau kita kenal dengan e-Filing.

e-Filing benar-benar sangat memanjakan para Wajib Pajak. Wajib Pajak dapat lapor SPT Tahunan PPh nya kapan saja dan dimana saja melalui PC, laptop, tablet dan sejenisnya asalkan tersambung dengan internet. Setelah DJP mulai memperkenalkan sistem e-filing ke publik, banyak Wajib Pajak yang “berbondong-bondong” membanjiri laman www.pajak.go.id untuk sekedar mencari informasi perpajakan maupun lapor SPT secara elektronik.

Akhir-akhir bulan maret 2016 kemaren merupakan puncak pelaporan e-filing bagi WPOP. Menurut informasi dari DJP pada waktu itu, server DJP sempat sibuk (down) karena trafik pengunjung www.pajak.go.id tiba-tiba membludak sehingga kejadian tersebut dapat menghambat pelaporan SPT secara elektronik terutama untuk WPOP yang mau lapor SPT Tahunan PPh OP. Nah, atas dasar itulah kemudian Dirjen Pajak mengeluarkan Keputusan Nomor KEP-49/PJ/2016 pada tanggal 30 Maret 2016 yang pada intinya adalah :

  1. Dirjen Pajak memberikan apresiasi kepada Wajib Pajak terutama kepada WPOP atas antusiasme dalam melaporkan SPT Tahunan PPh OP Tahun Pajak 2015 secara elektronik
  2. Dirjen Pajak meminta maaf atas kendala teknis yang terjadi pada laman http://djponline.pajak.go.id sehingga menyebabkan pelaporan SPT Tahunan PPh OP menjadi terhambat.
  3. Untuk mengakomodir tersebut, melalui KEP-49/PJ/2016, Dirjen Pajak memberikan pengecualian atas sanksi administrasi berupa denda keterlambatan penyampaian SPT Tahunan PPh OP secara elektronik setelah tanggal 31 Maret 2016 dan tidak melewati 30 April 2016.
  4. Diharapkan dengan adanya Keputusan Dirjen Pajak tersebut, WPOP dapat lebih leluasa melaporkan SPT Tahunan PPh OP tahun pajak 2015 sampai dengan tanggal 30 April 2016 tanpa dikenakan sanksi administrasi berupa denda.

Saran saya, apabila hendak melaporkan SPT Tahunan secara elektronik, sebisa mungkin hindari waktu yang mendekati batas waktu penyampaian. Lebih cepat lebih baik demi kenyamanan dan kelancaran dalam melaporkan pajak secara elektronik.

Pelaporan Pajak Elektronik Sampai 30 April 2016 Tidak Dikenakan Sanksi | luqman | 4.5