Mengenal Jenis-Jenis Pajak Di Indonesia

By On Sabtu, April 9th, 2016 Categories : Dasar Perpajakan

macam-macam pajak
Di Negara Indonesia masyarakat selalu berurusan dengan pajak tanpa mengetahui macam-macam dan jenis pajak yang ada di Negara kita. Pajak sangat penting kita pelajari karena beberapa masyarakat memandang bahwa yang namanya pajak akan selalu sama yakni dipungut/dipotong oleh pihak lain yang bersifat memaksa dan mereka tidak mengetahui pajak apa yang mereka kenakan. Apalagi pajak yang mereka pungut/potong dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab atau ada beberapa oknum instansi tertentu yang memungut dan mengatasnamakan pajak. Hal inilah yang membuat masyarakat yang selalu berfikir negatif tentang pajak. Seolah-olah hampir semua masyarakat ingin menghindar dari pajak karena ulah oknum yang tidak bertanggungjawab ini. Memang oknum tersebut, cepat atau lambat akan ditindak tegas apabila terbukti melakukan penyelewengan dibidang perpajakan.

Nah, untuk menghindari simpang siur terhadap polemik pajak ini, alangkah baiknya kita mengetahui macam-macam dan jenis pajak ini secara menyeluruh agar kita bisa memahami siapa yang sebenarnya berhak memungut pajak dan bagaimana bisa masyarakat indonesia dikenakan pajak. Nah, berikut ini penjelasannya :

Jenis-Jenis Pajak Berdasarkan Golongan

Pembagian pajak menurut golongannya dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Pajak Langsung

    Pajak langsung adalah pajak yang dikenakan secara berulang-ulang pada waktu tertentu (periodik) dan ditanggung sendiri oleh Wajib Pajak. Contohnya adalah Pajak Penghasilan (PPh) atas laba usaha Wajib Pajak. Wajib Pajak akan menanggung beban pajaknya sendiri dan tidak dapat dilimpahkan kepada orang lain serta atas utang pajaknya dibayar setiap bulan (periodik).

  2. Pajak Tidak Langsung

    Pajak tidak langsung adalah pajak yang tidak dikenakan secara berulang-ulang (tidak secara periodik), akan tetapi dikenakan ketika terjadi peristiwa atau perbuatan hukum. Secara ekonomis, pajak tidak langsung dapat dilimpahkan ke orang (Wajib Pajak) lain. Contohnya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN), sebagaimana PPN ini sebenarnya yang menanggung adalah konsumen dan dipungut ketika terjadi transaksi atas Barang/Jasa Kena Pajak (BKP/JKP).

Jenis-Jenis Pajak Berdasarkan Sifat

Pembagian pajak menurut sifatnya dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Pajak Subyektif

    Pajak subyektif adalah pajak yang dikenakan berdasarkan keadaan Wajib Pajak itu sendiri. Contohnya adalah Pajak Penghasilan (PPh), Wajib Pajak dikenakan PPh dengan tarif progresif dalam artian semakin tinggi penghasilan maka tarifnya pun juga tinggi.

  2. Pajak Objektif

    Pajak obyektif adalah pajak yang dikenakan berdasarkan keadaan, peristiwa dan/atau perbuatan yang dapat menimbulkan kewajiban membayar pajak tanpa melihat subjeknya. Contohnya adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dalam kondisi seperti apapun seseorang maupun badan usaha tetap akan dipungut PPN ketika terjadi peristiwa transaksi atas Barang/Jasa Kena Pajak (BKP/JKP).

Jenis-Jenis Pajak Berdasarkan Wewenang Pemungut

Pembagian pajak menurut Wewenang Pemungut dibagi menjadi 2 yaitu:

  1. Pajak Pusat

    Pajak pusat adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat dan pajak yang dipungut akan masuk ke kas negara. Kewenangan yang memungut pajak pusat untuk saat ini adalah Direktorat Jenderal Pajak. Contoh Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), PBB-P3 dan Bea Meterai.

  2. Pajak Daerah

    Pajak daerah adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kota/kabupaten dan pajak yang dipungut akan masuk ke kas daerah. Kewenangan yang memungut pajak daerah untuk saat ini adalah Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda). Contoh pajak yang dipungut oleh Pemerintah Provinsi adalah pajak kendaraan bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan Pajak Rokok sedangkan pajak yang dipungut oleh Pemerintah Kota/Kabupaten adalah Pajak Hotel dan Restoran, Pajak Reklame, PBB-P2, Pajak Hiburan, Pajak Parkir dan BPHTB.

Mengenal Jenis-Jenis Pajak Di Indonesia | luqman | 4.5