e-Billing: Petunjuk Pengisian Surat Setoran Pajak Elektronik

By On Kamis, Desember 1st, 2016 Categories : E Billing, Pajak Online

Surat setoran elektronik atau surat setoran pajak elektronik akhir-akhir ini sangat booming di kalangan wajib pajak di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat indonesia sudah tidak asing lagi dengan aktifitas teknologi informasi atau dikenal dengan internet. Surat setoran pajak elektronik dikenal dengan MPN G2 (Modul Penerimaan Negara Generasi 2) sebagaimana diatur oleh Menteri Keuangan RI. Dengan adanya surat setoran pajak elektronik, wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya dalam hal ini pembayaran/ penyetoran pajak dapat dilakukan secara online.

Sebelum MPN G2 berlaku, dulunya wajib pajak ketika melakukan pembayaran dan/atau penyetoran pajak dilakukan secara manual. Artinya wajib pajak datang ke Kantor Pos atau Bank Persepsi yang ditunjuk kemudian mengisi lembar Surat Setoran Pajak (SSP) atau dikenal dengan MPN G1. MPN G1 sering menyebabkan salah setor yang tidak diketahui siapa penyebabnya, apakah wajib pajak atau petugas kantor pos/teller bank. Sehingga MPN G1 sering menimbulkan salah setor dan sudah tidak relevan lagi dengan teknologi yang ada sekarang ini.

Baca juga artikel terkait : cara lapor pajak online

Mulai awal bulan Juli tahun 2016, seluruh wajib pajak yang ada di Indonesia, dalam melakukan pembayaran dan penyetoran pajak harus melalui surat setoran pajak elektronik (e-billing). Implementasi MPN G2 sudah dilakukan mulai pertengahan tahun 2014, dimana waktu itu MPN G2 masih diperkenalkan ke satker mitra kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Dalam sistem MPN G2, wajib pajak diminta untuk membuat kode billing melalui website DJP (secara online) yang nantinya digunakan sebagai identitas pembayaran/ penyetoran pajaknya. Bagi wajib pajak yang belum paham mengenai petunjuk pengisian surat setoran pajak elektronik, tidak perlu khawatir, saya akan membimbing anda secara langsung disertai dengan gambar untuk memudahkan para wajib pajak. Lebih jelasnya, berikut ini langkah-langkah pembuatan surat setoran pajak elektronik :

  1. Dalam proses pembuatan kode billing untuk pembayaran dan atau penyetoran pajak dapat dilakukan dengan website milik Direktorat Jenderal Pajak yaitu djponline.pajak.go.id. Silahkan mengunjungi website tersebut. Jika anda belum memiliki account disana, anda bisa register terlebih dahulu. Tutorial pembuatan akun DJP Online dapat anda pelajari disini.
  2. e billing, djp onlineLogin menggunakan NPWP dan password yang telah dibuat. Setelah masuk dashboard DJP Online, klik menu E-Billing pada menu kanan atas seperti pada gambar di atas
  3. Maka akan muncul text form seperti gambar dibawah ini
    surat setoran elektronik
  4. Pada angka satu warna merah pada text form tersebut terisi otomatis berupa NPWP, nama, alamat dan kota wajib pajak
  5. Pada angka 2 warna orange, pilih jenis pajak berdasarkan kode MAP yang ingin anda setorkan atau bayarkan. Pada gambar di atas, saya memberikan contoh penyetoran Pajak Penghasilan Pasal 23 (kode jenis pajak : 411124)
  6. Pada angka 3 warna hitam, pilih kode jenis setoran. Pada gambar diatas saya memberikan contoh pembayaran pph pasal 23 atas jasa (kode jenis setoran : 104)
  7. Pada angka 4 warna kuning, pilih masa pajaknya. Untuk pembayaran pajak tahunan, anda pilih sesuai tahun buku yang anda gunakan, misalnya Januari s/d Desember
  8. Pada angka 5 warna abu-abu, ketik tahun pajaknya
  9. Pada angka 6 warna hijau, ketik jumlah pajak yang ingin anda setor/ bayar
  10. Pada angka 7 warna pink, ketik uraian pembayaran pajaknya. Misalnya “pembayaran pph pasal 23 atas jasa perbaikan ac”. Khusus transaksi pengalihan/persewaan hak atas tanah dan bangunan atau pph pasal 4 ayat (2), uraian dilengkapi dengan nama pembeli/ penyewa.
  11. Langkah terkahir yaitu klik menu simpan pada angka 8 warna coklat. Setelah klik simpan, maka kode billing akan muncul sebanyak 8 digit. Masa aktif kode billing tersebut berlaku hingga 30 X 24 jam. Kode billing tersebut jangan lupa disimpan atau dicetak ya.

Setelah berhasil membuat kode billing, langkah selanjutnya anda membayar sejumlah uang yang telah dibuat tadi. Pembayaran ini bisa dilakukan secara online banking, ATM, Kantor Pos atau Bank Persepsi yang ditunjuk Menteri Keuangan RI. Pada waktu pembayaran tersebut, anda cukup siapkan kode billing untuk diinput (apabila pembayaran melalui online banking atau ATM) atau anda serahkan cetakan kode billing yang telah anda cetak kepada petugas kantor pos atau teller bank.

Setelah itu anda akan memperoleh bukti pembayaran pajak sah yang harus anda simpan sebaik-baiknya. Nah, bagaimana proses pengisian surat setoran pajak elektronik melalui website DJP Online ? sangat mudah bukan ? Dengan adanya sistem e-billing, jika terdapat kesalahan pengisian, maka kesalahan tersebut murni disebabkan oleh wajib pajak/ penyetor. Beda dengan sistem MPN G1 sebelumnya, petugas kantor pos maupun teller bank masih berpeluang untuk salah input surat setoran pajak. Oleh karena dengan adanya sistem e-billing atau MPN G2, diharapkan wajib pajak semakin mudah dalam hal penyetoran dan pembayaran pajak.

e-Billing: Petunjuk Pengisian Surat Setoran Pajak Elektronik | luqman | 4.5