Cara Menghitung Pajak Penghasilan Bagi Usahawan

By On Rabu, September 7th, 2016 Categories : Belajar Pajak, PPh, PPh Pasal 25

cara menghitung pajak penghasilan bagi usahawan
Pasa kesempatan kali ini saya akan menjelaskan cara menghitung pajak penghasilan paling mudah dan sederhana. Mungkin anda adalah seorang usahawan atau karyawan perusahaan atau bahkan konsultan pajak yang sedang mencari informasi cara menghitung pajak penghasilan. Pajak penghasilan bagi usahawan sangat erat kaitannya dengan PPh Pasal 25, yaitu angsuran pajak penghasilan yang dibayar sendiri tiap bulan berdasarkan SPT Tahunan tahun pajak yang lalu dibagi 12 bulan.

Sebenarnya untuk menghitung pajak penghasilan bagi seseorang usahawan tidaklah sesulit yang anda bayangkan. Hal pertama yang perlu diketahui adalah jenis usaha anda karena kompleksitas akun-akun yang terlibat tiap-tiap usaha berbeda-beda. Kemudian yang kedua adalah pahami/ kuasai ilmu akuntansi atau minimal anda bisa “membaca” laporan keuangan dengan baik. Jika anda tidak ingin repot masalah perpajakan atau pembukuan, anda bisa menggunakan jasa perpajakan / konsultan pajak untuk meng-handle seluruh kegiatan perpajakan maupun pembukuan usaha anda.

Cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi

Pertama saya akan menjelaskan bagaimana cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi sesuai dengan undang-undang pajak penghasilan yang berlaku di Indonesia. Secara sederhana tarif pajak penghasilan yang berlaku untuk menghitung pajak penghasilan orang pribadi adalah sesuai dengan pasal 17 ayat (1) UU PPh. Tarif pajak penghasilan tersebut bersifat progresif, artinya semakin tinggi penghasilan, semakin tinggi pula tarif pajaknya. Nah, Cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi ini dipartisi menjadi karyawan, usahawan dan pekerjaan bebas. Kesemuanya itu harusnya mengenal penghasilan bruto (omset), biaya pengurang penghasilan bruto, penghasilan neto, penghasilan tidak kena pajak dan akhirnya pajak terutang. Masing-masing orang pribadi, baik karyawan, usahawan dan pekerjaan bebas, pada intinya cara menghitung pajak penghasilannya sama dan bahkan tarif pajaknya sama. Pada kesempatan kali ini, saya fokus menjelaskan penghitungan pajak penghasilan bagi usahawan saja.

Untuk lebih jelas dan memudahkan kita memahami cara menghitung pajak penghasilan orang pribadi (bagi usahawan), anda bisa perhatikan contoh berikut ini :

Andi Tjahjono adalah seorang pemilik usaha toko roti di daerahnya (belum menjadi badan hukum). Dari tahun ke tahun pelanggannya selalu meningkat sehingga sampai dengan tahun 2016, Pak Andi merekrut 50 orang karyawan demi memperlancar usahanya. Hinga tahun 2016 berakhir, omzet usaha Pak Andi mencapai 1 miliar rupiah. Pak Andi menyelenggarakan pembukuan, dan diketahui biaya usaha yang dikeluarkan selama tahun 2016 sebesar 400 juta rupiah sehingga total penghasilan netto selama tahun 2016 sebesar 600 juta rupiah. Pak Andi sudah memiliki NPWP sejak tahun 2010 silam. Status Pak Andi sudah menikah dan memiliki 2 orang anak. Nah, dari uraian diatas, bagaimana cara menghitung pajak penghasilan dengan benar ?

berikut jawabannya:

Penghasilan bruto (omzet)  Rp1.000.000.000
Biaya Usaha  Rp(400.000.000)
Penghasilan Netto  Rp  600.000.000
PTKP (K/2)  Rp  (67.500.000)
Penghasilan Kena Pajak  Rp  532.500.000
Pajak Terutang
5% X  Rp   50.000.000  =  Rp   2.500.000
15% X  Rp 250.000.000  =  Rp 37.500.000
25% X  Rp 232.500.000  =  Rp 58.125.000
Total pajak terutang  Rp  98.125.000

catatan:

  • PTKP adalah penghasilan tidak kena pajak yang dapat dikurangkan terhadap penghasilan neto. Untuk tahun pajak tahun 2016, PTKP setahun sebesar Rp 54 juta, apabila ada tanggungan maka dapat ditambahkan sebesar Rp 4,5 juta per tanggungan.
  • Tarif pajak penghasilan menggunakan tarif pasal 17 ayat (1) UU PPh (bersifat progresif)
  • Contoh diatas hanya contoh sederhana saja agar memudahkan anda bagaimana cara menghitung pajak penghasilan dengan benar terutama bagi usahawan pribadi.
  • Total pajak terutang tersebut merupakan total pajak terutang untuk tahun pajak 2016. Jumlah tersebut dapat anda gunakan untuk pembayaran estimasi PPh Pasal 25 tahun pajak 2017 dengan cara total pajak terutang dibagi 12 bulan. Jadi selama tahun pajak 2017, anda bisa mencicil perbulan sebesar Rp 98.125.000 : 12 = Rp 8.177.083

Nah, itulah penjelasan beserta contoh bagaimana cara menghitung pajak penghasilan bagi usahawan orang pribadi. Bagaimana? sangat sederhana kan?

Jjika anda masih pemula atau baru terjun di dunia perpajakan tentu akan agak kesulitan dalam menghitung pajak penghasilan. Akan tetapi jika anda sudah terbiasa maka masalah perpajakan bukanlah beban buat anda. Malah ada kebanggaan tersendiri bagi anda yang sudah menghitung, lapor dan setor sendiri pajaknya dengan benar dan sesuai Undang-Undang Perpajakan. Dengan begitu, anda sudah berpartisipasi aktif dalam rangka meningkatkan pembangunan nasional yang lebih baik.

Cara Menghitung Pajak Penghasilan Bagi Usahawan | luqman | 4.5