Ikut amnesti pajak atau pembetulan SPT

By On Senin, Agustus 29th, 2016 Categories : Tax Amnesty
amnesti pajak

Image Source: pajak.club

Akhir-akhir ini banyak wajib pajak yang menanyakan dan meminta pendapat, baik kepada petugas pajak maupun konsultan pajak bahwa manakah yang paling tepat untuk dipilih wajib pajak, ikut program amnesti pajak atau pembetulan SPT Tahunan tahun pajak terakhir.

Kita tau bahwa antara wajib pajak (terutama pengusaha) dan pemerintah saling tarik ulur demi kepentingan yang bertolak belakang. Wajib pajak tentu ingin meminimalisir pengeluarannya untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Disisi lain pemerintah Indonesia sedang membutuhkan dana yang cukup besar (dari sektor perpajakan) untuk membiayai pembangunan nasional yang selalu naik setiap tahunnya.

Pada kali ini saya akan memberikan penjelasan pada posisi “kaca mata” Wajib Pajak apakah akan memilih pengampunan pajak (amnesti pajak) atau pembetulan SPT Tahunan.

Ketentuan Amnesti Pajak

Berdasarkan undang-undang perpajakan, wajib pajak mempunyai kewajiban menyampaikan SPT dengan benar, lengkap dan jelas. Tandai ya, jika anda sudah merasa menyampaikan SPT dengan benar, lengkap dan jelas, anda tidak perlu mengikuti program amnesti pajak tidak jadi masalah. Loh kok begitu? Anda kan sudah merasa menyampaikan SPT dengan benar, pembukuan atau laporan keuangannya juga yakin benar dan anda tidak ada iktikad tidak baik dalam pelaporan SPT maka saran saya tidak perlu ikut program amneti pajak tidak apa apa. Pengampunan pajak kan khusus bagi wajib pajak yang laporan SPTnya tidak benar baik disengaja maupun tidak.

Nah, bagaimana jika sudah terlanjur menyampaikan SPT namun terdapat harta-harta milik Wajib Pajak yang belum dilaporkan? Mulai tanggal 1 Juli 2016 sampai 31 maret 2017, Wajib Pajak memiliki hak untuk mengikuti program amnesti pajak. Disisi lain wajib pajak juga punya hak untuk menyampaikan SPT pembetulan (sepanjang belum dilakukan pemeriksaan pajak).

Dari segi ekonomi, antara ikut amnesti pajak atau pembetulan SPT, sebenarnya manfaat bagi wajib pajak sama-sama menguntungkan tergantung konteksnya. Oleh karena itu, wajib pajak harus memiliki perhitungan khusus untuk memastikan pengeluaran yang lebih kecil dan tentu harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tax avoidance semacam ini boleh-boleh saja dilakukan untuk tax planning yang lebih baik bagi wajib pajak.

Contoh: wajib pajak orang pribadi menyampaikan SPT Tahunan tahun pajak 2015 pada tanggal 31 Maret 2016, seiring berjalannya waktu, pada tahun 2015 diketahui bahwa WPOP tersebut memperoleh warisan tanah/bangunan dari sang ayah yang belum dilaporkan dalam SPTnya.

Apa yang harus dilakukan WPOP tersebut? ikut program amnesti pajak atau melakukan pembetulan SPT ?

Bagi saya, pilih salah satu yang terbaik menurut WP tersebut. Artinya adalah jika WPOP tersebut taat dan laporan pajaknya sudah sesuai dari tahun ke tahun maka cukup melakukan pembetulan SPT. Atau jika penghasilan pada tahun pajak terakhir dibawah PTKP, tidak perlu ikut amnesti pajak. Selain itu harta warisan berupa tanah, bangunan dll dari orang tua bukan objek pajak. Jika WPOP tersebut merasa laporan pajaknya dari tahun ke tahun tidak benar (terdapat objek pajak yang belum dilaporkan) maka bisa memanfaatkan fasilitas amnesti pajak karena pajak yang seharusnya terutang akan dihapus. Dan tentunya banyak fasilitas yang diberikan oleh negara jika kita mengikuti program amnesti pajak ini.

Jika masih kurang jelas, saya kasih contoh lagi nih. Bapak Naufal seorang tani yang sukses di desanya. Pada awal dia menjalani seorang tani, dia hanya memiliki sebidang tanah seluas 100 meter persegi. Karena usahanya terus berkembang setiap tahunnya, pada akhir tahun 2015 diketahui dia memiliki tanah seluas 50 ha yang merupakan hasil dari usahanya. Disisi lain, hingga undang-undang tax amnesty ditetapkan, Bpk Naufal belum pernah “menyentuh” kegiatan administrasi perpajakan (PPh dan PPN) atau dalam artian belum pernah membuat NPWP. Nah, dari kasus Bpk Naufal tersebut, langkah yang sangat menguntungkan bagi Bpk Naufal adalah mengikuti program amnesti pajak mengingat fasilitas yang ditawarkan oleh negara berupa ampunan pajak. Sebelumnya, Bpk Naufal harus mengajukan permohonan NPWP terlebih dahulu. Nah, salah satu manfaat yang didapat oleh Bpk Naufal apabila mengikuti program amnesti pajak adalah pajak yang seharusnya terutang pada tahun-tahun sebelumnya akan diampuni (dihapus).

Ingat ya kawan, karena program amnesti pajak ini merupakan program pemerintah pusat maka yang dihapus hanya pajak penghasilan atau PPN/PPnBM. Jika anda sudah merasa mebayar pajak bumi bangunan (PBB), pajak kendaraan bermotor atau pajak lainnya yang dikelola oleh pemerintah daerah, tentu tidak ada kaitannya dengan amnesti pajak ini.

Jadi, pilihan tetap ada di tangan anda dengan mempertimbangkan manfaat yang paling baik buat anda karena sesuai Undang-Undang Pengampunan Pajak, ikut amnesti pajak atau melakukan pembetulan SPT merupakan HAK bagi Wajib Pajak.

Ikut amnesti pajak atau pembetulan SPT | luqman | 4.5